Jayapura – Bertempat di gedung DPRP Papua telah dilaksanakan pertemuan bersama Forkopimda Papua membahas isu rasisme yang beredar di media sosial terhadap situasi dan stabilitas di Papua, Selasa (26/01).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw, Ketua DPRP Papua Johny Banua Rouw, Sekda Provinsi Papua Doren Wakerkwa, Kajati Papua Nikolaus Kondomo dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Jonathan Kiwasi Wororomi, S.Si., M.Si.

Dalam kesempatannya Kapolda Papua mengatakan, “tangung jawab kami untuk menanggapi reaksi para aktivis masyarakat di Papua terkait ujaran kebencian oleh seorang oknum di Jakarta, sehinga kami mengambil langkah cepat dan bersinergi bersama Forkopimda Papua. Bareskrim Polri sudah menangani kasus tersebut, maka dari itu kami berharap agar masyarakat tetap tenang, percayakan kepada kami aparat penegak hukum dalam menangani kasus ini. Kami akan melaporkan perkembangan hasil penyidikan yang dilakukan di Mabes Polri kepada seluruh maryarakat agar diketahui bersama.”

Kapolda juga menerangkan bahwa pihaknya kini memerlukan keterangan dari para pihak, maka dari itu ia meminta saudara Natalius Pigai untuk melaporkan secara langsung sebagai pihak yang menjadi korban ujaran kebencian agar bisa diproses lebih lanjut.

Ketua DPRP Papua dalam kesempatannya mengatakan, “hari ini DPRP mengundang rekan-rekan Forkopimda Papua untuk melakuakan diskusi guna menyikapi kasus Rasisime yang begitu marak diberitakan di Media Sosial. Kita sebagai pemimpin di tanah Papua telah bersepakat untuk menyelesaikan masalah rasisme ini dengan jalur hukum dan proses hukumnya akan kita kawal bersama-sama. Kita bersepakat tidak boleh ada rasisme di Indonesia lebih khusus di Papua, di duniapun hal tersebut sangat dilarang. Proses hukum akan kita kawal bersama. Pada kesempatan ini saya mewakili Forkopimda Papua mengimbau kepada masyarakat yang ada di Papua maupun di luar Papua untuk tetap tenang, tidak terprovokasi dan tidak mengambil sikap yang tidak terhormat.”

“Marilah kita menempuh jalur hukum karena kita merupakan Negara Hukum, maka dari itu percayalah kita sebagai pemimpin di Daerah akan mengawal proses hukum yang berjalan dengan sabaik mungkin. Forkopimda Papua akan menyiapkan dan membiayai pengacara untuk mendampingi saudara Natalius Pigai,” ucap Ketua DPRP Papua.

Hal ini membuktikan bahwa Forkopimda serius untuk menyelesaikan masalah tersebut, maka dari itu pihak DPRP meminta kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang, jangan membuat aksi yang dapat merugikan kita semua nantinya.

Sekda Provinsi Papua juga menyampaikan bahwa kita merupakan satu bangsa dalam kolabarasi dan kesatuan, marilah membangun Negara ini bersama. Oleh sebab itu, jangan mendiskreditkan Wilayah tertentu di Indonesia. Forkopimda Papua pada kesempatan ini membahas bagaimana langkah yang harus diambil. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada unsur Forkopimda Papua yang telah mengambil langkah guna meredam situasi di Papua.

Kita harus saling menghargai dan meghormati satu sama lain, maka dari itu kami mengimbau kepada masyarakat Papua untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi. Apresiasi juga kami berikan kepada Kapolda Papua yang telah melakukan koordinasi dan melaporkan kepada Wakapolri sehingga dalam hal ini Bareskrim Polri diperintahkan untuk mengambil langkah, dan hari ini saudara Ambroncius Nababan sudah ditahan dan diperiksa oleh Bareskrim Polri.

Kajati Papua Nikolaus Kondomo dalam kesempatannya juga mengatakan, “masyarakat harus tetap tenang, proses hukum tetap berjalan, dalam hal ini Kapolda Papua akan memproses perkara tersebut sampai selesai untuk kemudian dilimpahkan ke Kejaksaan dan kemudian bisa segera dilimpahkan ke Pengadilan untuk disidangkan, doakan semoga perkara ini segera tuntas. Jika ada permasalahan serahkan kepada pihak berwajib, jangan mengambil tindakan sendiri, kita hidup di Negara hukum maka setiap permasalahan harus diselesikan lewat jalur hukum, jangan mengambil tindakan sendiri yang dapat merugikan diri kita semua.”

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan mengimbau kepada seluruh Mahasiswa di Papua dan luar Papua agar tetap menahan diri dan tidak melakukan tindakan anarkis yang bisa merugikan kita semua. Dalam hal ini Mahasiswa dan orang tua tetap melakukan koordiansi bersama para Dosen guna menanggapi kasus yang terjadi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here