Jayapura – Bertempat di Room Cendrawasih Swiss-bell Hotel Kota Jayapura, Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw kegiatan menghadiri Rapat Koordinasi Pemerintah Provinsi Papua Bersama Forkopimda Dalam Rangka Pencegahan, Pengendalian dan Penanggulangan Corona Virus Disease (Covid-19) Di Provinsi Papua yang dipimpin oleh Wakil Gubernur Provinsi Papua Klemen Tinal, SE,.MM, Senin (03/08).

Hadir dalam kegiatan, Danlanud Silas Papare Jayapura Marsma Tni Dr. Budhi Achmadi, M.Sc, Kepala BNN Provinsi Papua Brigjen Pol Drs. Jackson Lapalonga, Irdam XVII/ Cenderawasih Brigjen TNI Wahid Apriliyanto, Kepala Pengadilan Tinggi Papua Heru Pramono, S.H., M. Hum, Ketua MRP Provinsi Papua Timotius Murib, Kesra Setda Provinsi Papua DR. Drs Muhammad Musaad, M.Si, serta peserta rapat dari masing masing instansi.

Wakil Gubernur Provinsi Papua dalam kesempatannya mengatakan bahwa situasi hingga saat ini 3.070 kasus Covid-19, di 19 kabupaten/Kota meninggal  33 orang terbanyak di Kota Jayapura sebanyak 24 orang.

“Ada 3 Kabupaten/Kota yang perlu menjadi perhatian kita yaitu Kota Jayapura, Kabupaten Mimika dan Kabupaten Jayapura karena untuk rasio di 3 wilayah tempat tersebut masih di atas tertinggi dan yang akan menjadi perhatian khusus kita adalah kota Jayapura karena di semua Distrik sudah mengalami Zona merah kecuali kampung Nafri, Holtekamp,  dan Skouw sehingga bagaimana caranya dalam tahap dua kali masa inkubasi kota Jayapura harus bisa turun,” ucapnya.

Ia juga mengatakan bahwa hal tersebut bukan hanya tugas satgas dan TNI-Polri tetapi masyarakat yang ada di Papua yang harus disiplin mengikuti Protokol kesehatan yang baik.

“Kita melakukan relaksasi menuju New Normal dengan konteks adat yang ada di Papua untuk menghadapi Covid-19 sehingga bagaimana kita lebih giat lagi untuk bertanggung jawab dari Bupati/Walikota, kami di Provinsi hanya melakukan Koordinasi. Masuk di hal baru yaitu adaptasi New Normal dan bukan lagi relaksasi kecuali Kota Jayapura yang akan menjadi perhatian khusus untuk kita semua yang ada di sini. Yang sudah kami pikirkan yaitu kami sudah melakukan launching pemuda anti Covid-19 yang kami ambil yaitu pemuda baik dari remaja Masjid dan Pemuda Gereja di seluruh kelurahan yang kita sebut pemuda anti Corona yang akan membantu pemerintah TNI-Polri untuk mendisiplinkan semua masyarakat yang ada di wilayah tempat tinggal mereka masing-masing,” tuturnya.

Dalam kesempatannya Kapolda Papua mengatakan bahwa Polri dan TNI bersinergi dalam membantu Pemerintah Provinsi dalam hal memberantas Covid – 19 di Papua.

“Untuk bantuan beras dari Kapolri, telah kami distribusikan kepada masyarakat, dimana masing-masing Polres mendapat tanggung jawab untuk mendistribusikan 10 ton beras kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 di wilayahnya, dan untuk Polda sendiri bertanggung jawab 25 Ton beras untuk di distribusikan ke masyarakat,” ucap Kapolda Papua.

Kapolda juga menambahkan bahwa perlunya membentuk Perda berupa sanksi bagi masyarakat yang benar-benar belum disiplin atau tidak disiplin.

“Kita berharap apa yang kita putuskan bersama dengan bapak Wakil Gubernur, ini merupakan kebijakan yang tidak membuat masyarakat menderita. Rakyat itu tulang punggung Negara, jika rakyat lemah, Negara juga tentunya akan lemah. Mungkin saran dari kami kita secara door to door untuk melakukan pemeriksaan terhadap kantor-kantor, pasar-pasar, toko-toko serta tempat hiburan dan pariwisata dalam mematuhi protokol Kesehatan,” tambah Kapolda.

Adapun saran Ketua Pengadilan Tinggi Provinsi Papua yang mengatakan bahwa telah berkembang cluster-cluster baru di perkantoran, dan perlunya menggunakan system piket.

Penyampaian dan saran melalui Video Conference secara virtual juga disampaikan oleh Walikota Jayapura yang menyampaikan Update hingga tanggal 3 Agustus 2020 yakni, kasus positif di Kota Jayapura yaitu 1.832 kasus, yang di rawat 1.048 orang, yang sembuh 762 orang, meninggal 22 orang, kasus Suspek 19 orang, PDP 319 orang, OTG 96 orang, sedangkan yang sembuh dirawat di Hotel Sahid 594 orang.

Ia juga menambahkan bahwa Pemerintah Kota Jayapura juga akan membentuk Pemuda Anti Corona.

“Kami setuju dengan apa yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi dalam membentuj Pemuda Anti Corona, maka Kegiatan yang akan kami lakukan di kota saat ini adalah memerintahkan kepada Dinas Perindagkop untuk turut serta dan aktif di pasar-pasar dalam mensosialisasikan/mengudakasi kepada masyarakat terkait protokol kesehatan, begitu juga untuk Dinas Pariwisata untuk turun langsung ke lapangan,” ucapnya.

Lanjut dikatakannya, akan melakukan operasi pada toko – toko, Mall, dan juga tempat wisata. Pemerintah Kota juga sudah mengeluarkan Peraturan Walikota No. 19 Tahun 2020 tentang penggunaan masker, sanksi bagi masyarakat yang tidak memakai masker sebesar Rp. 50.000,- namun sekarang masih melakukan sanksi sosial yaitu membersihkan jalan kepada OKB atau orang kepala batu.

Adapun tanggapan Wakil Gubernur Provinsi Papua mengatakan bahwa besok ia akan mengeluarkan anggara guna membantu Kota Jayapura dan juga anggaran Kesehatan.

“Nanti kita akan membantu kabupaten Kota yang ada dan Kami akan membagikan alat PCM di seluruh wilayah yang ada di Kota Jayapura. Untuk Bank-bank dan setiap perkantoran nanti kita laksanakan sidak, kami lihat di pelabuhan banyak orang berjual beli, saya mau supaya pihak pelabuhan lebih tegas kepada penjual untuk jangan berjualan di daerah situ karena terjadi penumpukan masyarakat,” ucapnya.

Selain itu, ia juga mengapresiasi kepada Kepala Daerah dan berpikir objektif bahwa masing-masing Kepala Daerah dapat mengantisipasi daerahnya masing-masing dalam penanganan Covid-19 di Papua. Kegiatan dilanjutkan dengan Penandatangan Kesepakatan bersama antara Pemerintah dan Forkopimda Provinsi Papua tentang Pencegahan, Pengendalian, dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Provinsi Papua.

(Humy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here