Jayapura – Komitmen memberantas penyakit masyarakat yakni peredaran Minuman Keras, Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw mendatangi TKP pengungkapan tempat penjualan dan tempat pembuatan minuman keras lokal jenis sopi yang bertempat di Kampung Kaugapu Mapurujaya Distrik Mimika Timur, Minggu (21/6).

Penggerebekan tempat lokasi penyulingan Miras Lokal tersebut berawal setelah anggota Polres Mimika berhasil mengamankan pelaku M (28) di sekitar kota Timika. Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengakui perbuatannya dan menunjukan lokasi pembuatan minuman Miras lokal tersebut.

Setelah mengetahui lokasi yang dimaksud, dipimpin kasat Sabhara dan kasat Narkoba bergerak menuju lokasi yang berada di Distrik Mimika Timur dengan membawa Pelaku sebagai petunjuk tempat lokasi penyulingan yang letaknya berada di tengah hutan.

Saat hendak menuju ke TKP personel menemukan 2 gen berukuran 25 L dan 1 gen 5 L yang berisikan Miras Lokal serta 1 buah ransel tanpa pemilik yang di sembunyikan dibalik semak semak. Kemudian personel kembali bergerak menuju tempat penyulingan dengan menyebrangi sungai menggunakan perahu.

Sesampainya di TKP, personel kembali menemukan beberapa barang bukti berupa 4 drom besi, 2 drom plastik warnah biru, Alat penyulingan, Plastik Ragi, 2 jergen berisi Sopi ukuran 25 L dan 1 jergen berisi sopi ukuran 5 L.

Kapolda Papua didampingi Kabidkum Polda Papua dan Kapolres Mimika bersama tokoh masyarakat Geri Okoware dan Marianus Maknipeko serta Kepala Kampung Kaugapu Saferus Kapiratu, Kepala Kampung Hiripau Andreas Kaokapaitiparo melihat langsung barang bukti yang sudah diamankan di TKP oleh personel yang bertugas.

Dalam kesempatanya, Kapolda menyampaikan bahwa barang bukti yang digunakan oleh pelaku dalam melakukan proses penyulingan hingga menjadi Miras lokal jenis Sopi tersebut cukup menjanjikan.

“Hasil dari pengedaran Miras tersebut bisa meraup untung sekitar 50.000 Rupiah per 1 botol agua kecil, dan kalau sudah sampai di kota Timika bisa sampai 100.000 rupiah,” terang Kapolda Papua.

Kapolda berharap dari hasil temuan tersebut, Kapolres berserta para tokoh masyarakat untuk tetap bersinergi dalam pembasmian miras lokal di Kab. Mimika.

“Ada dua jenis miras yakni Miras Pabrikan dan Miras Lokal. Miras lokal tidak ada kejelasan kandungan alkoholnya yang dapat mengakibatkan kebutaan dan meninggal dunia dan Kalau pabrikan jelas kadar alkohol serta golongannya. Akibat miras ini sering terjadi perkelahian, pemukulan istri, kecelakaan lalu lintas, penikaman serta pembunuhan. Saya selaku Kapolda menekankan agar tetap komitmen dalam memberantas pembuatan miras lokal di area Mapurujaya bekerjasama dengan Kepala Kampung yaitu Kampung Kaugapu dan Hiripau,” tambah Kapolda Papua.

Lanjut Kapolda mengatakan bahwa penyakit masyarakat yakni 5 M yang lebih dikenal sebagai Molimo adalah, Maling (Mencuri), Minum (Miras), Madat (Ganja atau Narkoba), Madon (Perempuan) dan Main (Perjudian).

Kepala kampung Kaugapu yang juga hadir mengatakan bahwa hal tersebut bukan budaya orang Kamoro, hal tersebut dinilainya dibawa dari luar sehingga merusak generasi muda Kamoro.

“Kami akan komitmen kedepan kalau ada orang-orang yang membuat Miras lagi di kampung kaugapu kami akan melakukan pengecekan langsung dan jika kami temukan akan kami buat sanksi yaitu tidak boleh tinggal di wilayah Kampung Kaugapu,” ucapnya.

Senada denga Kapolda, Kepala kampung Hiripau juga menyatakan bahwa Miras merupakan akar permasalahan yang terjadi di kampung, sehingga sering terjadinya kejahatan masyarakat. Untuk itu, ia menyatakan sikap untuk kedepan akan membuat surat pernyataan oleh Lemasko dan tokoh-tokoh Masyarakat Kamoro agar orang yang tinggal di Kampung tidak melakukan hal seperti itu lagi dengan sanksi tegas yakni angkat kaki dari kampung Kaugapu.

Mendegar pernyataan dari beberapa Tokoh Masyarakat dan kepala kampung, Ketua Lemasko mengatakan mengucapkan terimakasih kepada Kapolda Papua dan Kapolres Mimika serta jajarannya yang sudah menangkap para pelaku pelaku kejahatan di bumi Kamoro khususnya pembuatan Miras di area Mapurujaya.

“Kami dari jaman dahulu tidak tau menau tentang Miras, tetapi orang dari luar yang membawa penyakit ini. Saya berpesan kepada Kepala Kampung agar melakukan pengecekan kepada setiap warganya, kalau ada yang dicurigai membuat/menyuling Miras segera laporkan ke Lembaga maupun pihak Keamanan agar segera dilakukan penangkapan. Saya juga mengimbau kepada masyarakat Kamoro agar masyarakat untuk tidak mengkonsumsi Miras karena dapat merusak masa depan,” tandasnya.

Selaku penanggung jawab Keamanan di Wilayah Mimika, Kapolres Mimika menyatakan bahwa Polres Mimika dalam 1 bulan terakhir mencatat banyaknya korban akibat Miras yang semuanya kejadian di awali dengan mengkomsumsi Miras.

“Kita sudah berulang kali melakukan swiping di area Mapurujaya namun masih tetap ada yang melakukan penyulingan Miras. Kami akan koordinasi dengan kejaksaan maupun pengadilan agar putusan hukuman tidak hanya 6 bulan. Dengan putusan yang begitu ringan para pelaku tidak merasa jera dan selalu tergiur dengan keuntungan yang besar sehingga mengulangi kembali perbuatannya,” Tegas Kapolres.

Adapaun Barang bukti yang diamankan Polres Mimka dalam penggeledahan tersebut yakni, 8 buah drom besi, 8 buah drom plastic, Alat penyulingan, Plastik Ragi, 2 jergen berisi Sopi ukuran 25 L, 3 jergen berisi sopi ukuran 5 L, 1 buah sekop, 1 buah kampak, 13 pipa besi ukuran 1″ (inci), 1 buah ember, 2 buah gen ukuran 20 ltr berisi sopi, 1 buah corong, 1 buat gen potong, Sampel Cairan yang sementara dipermentasi.

Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw, menghimbau kepada seluruh masyarakat yang berada di Provinsi Papua untuk tidak memproduksi minuman keras karena hal tersebut bertentangan dengan Peraturan Daerah di masing-masing wilayah yang melarang peredaran Minuman Keras jenis apapun.

“Terkait penangkapan tersebut, pelaku telah melanggar dua undang-undang yaitu, Undang-undang kesehatan serta Undang-undang konsumen dan pangan dengan Ancaman hukuman diatas 5 tahun,” tutup Kapolda Papua.

(Humy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here