Jayapura – Dilakukan secara Online, Penyidik Subdit Gakkum Dit Polairud Polda Papua menggelar tahap II kasus pengeboman Ikan di perairan Base-G Kota Jayapura kepada Kejaksaan Tinggi Papua, Rabu (20/5).

Tahap II tersebut dilakukan penyidik setelah berkas perkara kasus tersebut dinyatakan lengkap atau P21 berdasarkan Surat Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Nomor: B-80/R.1.5/Eku. 1/05/2020 tanggal 08 Mei 2020 perihal pemberitahuan hasil penyelidikan tindak pidana perikanan an. EA beserta rekan lainnya. penyerahan tersebut diterima langsung oleh Jaksa Penuntut Umum an. Yafeth Bonay, SH. MH.

Selanjutnya penyidik menunggu Surat Penitipan dari Kejaksaan Tinggi Papua bahwa para tersangka akan dititipkan di Rutan Mapolda Papua yang saat ini kewenangan para tersangka ada pada Kejaksaan Tinggi Papua.

Kejadian yang bermula pada hari Selasa tanggal 21 April 2020, Pukul 07.40 Wit bertempat di perairan Base-G Kota Jayapura, Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Pol Airud) Polda Papua berhasil mengamankan 3 pelaku bom Ikan masing-masing an. Elisama Aronggear (66), Leonard Patay (45) dan Janson Aronggear (28). Penangkapan tersebut berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa di perairan Base-G Kota Jayapura, terdapat warga yang melakukan pengeboman ikan.

Adapun barang bukti yang turut diamankan yakni, Gulbox berisi ikan kembung 38 ekor, Perahu Semang 15 pk, 1 buah Jaring, 1 buah Serok Ikan, 1 buah Gps, 4 buah Korek api, 1 unit Kompresor, 2 buah Nelon, 2 buah Kacamata Molo, 1 buah Hp Nokia, 1 buah Pendayung.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Drs. Ahmad Musthofa Kamal SH, mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak menggunakan bom atau bahan kimia lainnya untuk menangkap ikan karena dapat merusak ekosistem laut.

“Mari kita jaga ekosistem laut dengan tidak melakukan pengeboman ikan yang dapat merusak keberlangsungan hidup yang ada di dalamnya. Untuk kita dan untuk generasi selanjutnya,” terang Kabid Humas.

Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan Primer Pasal 84 ayat (1) Subsider Pasal 100B UU RI Nomor 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan Jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana, diancam dengan pidana penjara 5 tahun dan denda maksimal Rp 2 miliar.

(Humy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here