Tribratanews.papua.polri.go.id Polda Papua – Bertempat di Masjid Al Muminun Mapolda Papua, telah dilaksanakan sholat Ied dalam rangka hari raya idul adha 1440 H / 2019 M. Kegiatan diawali dengan pembacaan susunan acara oleh Bapak Sobari, Minggu (11/08/2019).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Irwasda Polda Papua, Karo Rena Polda Papua, Dir Pam Obvit Polda Papua, Dir Lantas Polda Papua, Kabid Humas Polda Papua, personil Polda Papua dan masyarakat sekitar Mapolda Papua yang beragama Muslim.

Sholat Idul Adha diikuti 3500 jamaah baik dari Masyarakat maupun personil Mapolda Papua yang beragama Muslim. Kegiatan diawali dengan sholat Ied yang dipimpin oleh Ustd. Makmur Nur dilanjutkan dengan kotbah yang disampaikan oleh Ustd H. Mualimin Amin, S.Sos. selaku pembina pondok pesantren Hidayahtuloh Holtekamp.

Dalam khobatnya mengatakan ribuan tahun yang lalu, di tanah kering dan tandus, di atas bukit-bukit bebatuan yang ganas, sebuah cita-cita universal ummat manusia dipancangkan. Nabi Ibrahim Alaihissalam, Abu alMjllah, telah memancangkan sebuah cita-cita yang kelak terbukti melahirkan peradaban besar. Cita- cita kesejahteraan lahir dan batin. Suatu kehidupan yang aman, tenteram, dan sentosa dan secara maten’ subur dan makmur.

Pada hari ini ratusan juta manusia, dari berbagai etnik, suku, dan bangsa di seluruh penjuru dunia, mengumandangkan takbir, tahmid, dan tahlil, sebagai refleksi rasa syukur dan sikap kehambaan mereka kepada Allah SWT. Sementara jutaan yang lain sedang membentuk lautan manusia di tanah suci Makkah, menjadi sebuah panorama menakjubkan yang menggambarkan eksistensi manusia di hadapan kebesaran Rabb Yang Maha Agung. Meraka serempak menyatakan kesediannya untuk memenuhi panggilannya.

Hari Raya Idul Adha juga merupakan hari raya istimewa karena dua ibadah agung dilaksanakan pada hari sya ini yang jatuh di penghujung tahun hijriah, yaitu ibadah haji dan ibadah qurban. Dalam ibadah qurban, kembali Nabi Ibrahim tampil sebagai manusia pertama yang mendapat ujian pengorbanan dari Allah SWT. Ia harus menunjukan ketaatannya yang totalitas dengan menyembelih putra kesayangannya yang nanti kelahirannya sekian lama.

Kita juga sadar bahwa kita berhutang budi dalam memanfaatkan negeri ini kepada orang tua generasi pendahulu, para perintis dan mereka yang telah berjasa untuk itu. Kita juga berhutang budi dalam masalah aqidah dan agama yang kita banggakan ini, kepada generasi salaf saleh yang menanggung bermacam kesulitan dan derita dalam mempertahankan risalah ini pada masa pertamnya dan yang telah mengorbankan harta dan jiwa mereka menghadapi musuh-musuh Islam untuk menyampaikan agama ini kepad aorang-orang setelah mereka, mereka pula yang telah menghilangkan banyak rintangan yang disebarkan oleh para pencela, pengingkar dan pendusta agama ini.

Demikian sungguh pelajaran yang sangat berharga. Kita selaku generasi masa kini telah berhutang budi kepada generasi-genersai sebelumnya dalam seluruh apa yang kita nikmati saat ini sebagai hasil dari pengorbanan, perjuangan dan sikap mereka yang mendahulukan kepentingan orang lain. Maka sepatutnyalah jika kita melanjutkan rangkaian pengorbanan mereka itu sehingga kita dapat menyampaikan kenikmatan ini kepada generasi berikutnya seperti yang telah dilakukan oleh generasi sebelum kita.

Disini hari raya Idul Adha kembali hadir untuk mengingatkan kita akan ketinggian nilai ibadah haji dan ibadah qurban yang sarat dengan pelajaran kesetiakawanan, ukhuwwah, pengorbanan dan mendahulukan kepentingan dan kemaslahatan orang lain. Semoga akan lahir keluarga-keluarga Ibrahim berikutnya dari bumi tercinta Indonesia ini yang layak dijadikan contoh teladan dalam setiap kebaikan untuk seluruh umat.

Penulis                 : Uriiep

Editor/Publish     : Marthen

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here